Saham Gorengan Kembali Sorotan: Bareskrim Geledah Shinhan Sekuritas Terkait Kasus PIPA

Saham Gorengan Kembali Sorotan: Bareskrim Geledah Shinhan Sekuritas Terkait Kasus PIPA

Praktik saham gorengan kembali mencuri perhatian publik di pasar modal Indonesia. Pada 3 Februari 2026, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menggeledah kantor PT Shinhan Sekuritas Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Penggeledahan ini terkait dugaan manipulasi harga saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) melalui skema saham gorengan.

Kasus ini menyoroti ancaman serius bagi integritas Bursa Efek Indonesia (BEI). Manipulasi semacam ini sering merugikan investor ritel yang tergiur lonjakan harga tidak wajar. Bareskrim menyita dokumen dan barang bukti untuk mengungkap jaringan di balik praktik ilegal tersebut.

Saham gorengan bukan fenomena baru, tapi kasus terkini menunjukkan upaya penegakan hukum yang lebih tegas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI terus memperkuat pengawasan untuk melindungi pasar. Artikel ini membahas pengertian saham gorengan, ciri-cirinya, detail kasus Shinhan Sekuritas, serta dampak dan cara menghindarinya.

Apa itu Saham Gorengan?

Saham gorengan merujuk pada saham yang mengalami pergerakan harga ekstrem dan tidak wajar akibat manipulasi. Pelaku sengaja menciptakan kesan permintaan tinggi untuk menaikkan harga, lalu menjual di puncak untuk meraup keuntungan besar.

BEI menegaskan bahwa saham gorengan bukan kategori saham tertentu, melainkan hasil tindak kejahatan pasar modal. Praktik ini melanggar Undang-Undang Pasar Modal, termasuk pump and dump atau marking the close.

Pelaku biasanya melibatkan bandar yang mengendalikan likuiditas rendah. Investor ritel sering menjadi korban karena masuk terlambat saat harga sudah digoreng.

Praktik ini merusak kepercayaan terhadap pasar saham Indonesia. OJK mencatat kasus serupa sering muncul pada saham berkapitalisasi kecil.

Saham Gorengan: Ciri, Risiko hingga Tips Aman Berinvestasi | IDN Times

Ciri-Ciri Saham Gorengan yang Perlu Diwaspadai

Investor harus mengenali tanda-tanda saham gorengan untuk menghindari kerugian. Berikut ciri utama yang sering muncul:

  • Lonjakan harga cepat tanpa dukungan fundamental perusahaan yang kuat.
  • Volume transaksi rendah, tapi tiba-tiba melonjak drastis dalam waktu singkat.
  • Sering auto reject atas (ARA) berulang, diikuti auto reject bawah (ARB) saat bandar lepas.
  • Dipengaruhi rumor atau berita tidak terverifikasi di media sosial.
  • Likuiditas rendah, membuat sulit keluar posisi saat harga jatuh.
  • Valuasi tidak masuk akal, seperti P/E ratio sangat tinggi dibandingkan kinerja.

Ciri-ciri ini membantu investor membedakan saham spekulatif dari investasi sehat. Pandu Sjahrir dari BPI Danantara menyebut saham semacam ini sebagai “uninvestable”.

Pengumuman MSCI Picu Panic Selling, IHSG Ditutup Anjlok …

Kronologi Penggeledahan Bareskrim di Shinhan Sekuritas

Bareskrim Polri melakukan penggeledahan pada 3 Februari 2026 di Gedung Equity Tower, SCBD. Tim penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang bukti terkait dugaan manipulasi saham PIPA.

Dirtipideksus Brigjen Ade Safri Simanjuntak membenarkan tindakan ini sebagai pengembangan kasus. Shinhan Sekuritas diduga berperan sebagai underwriter dalam IPO PIPA yang bermasalah.

Polisi sebelumnya menetapkan beberapa tersangka, termasuk mantan pejabat BEI. Kasus ini bermula dari keluhan investor atas penurunan drastis harga PIPA pasca-IPO.

Penggeledahan menunjukkan komitmen Polri menindak pidana pasar modal. Kasus serupa baru-baru ini menyebabkan anjloknya IHSG hingga 8 persen.

Detail Kasus Manipulasi Saham PIPA

PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) menjadi pusat dugaan saham gorengan terbaru. Saat IPO, harga saham melonjak tinggi, menarik banyak investor ritel.

Namun, setelahnya harga ambruk drastis. Bareskrim menduga ada koordinasi untuk memanipulasi harga selama penawaran umum.

Shinhan Sekuritas sebagai sekuritas pendamping diduga terlibat dalam praktik tidak wajar. Polisi menetapkan tiga tersangka baru dalam pengembangan kasus ini.

Kasus PIPA menambah daftar panjang manipulasi yang merugikan publik. Kerugian investor diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

SOTrade App – App Store

Contoh Kasus Saham Gorengan Sebelumnya di Indonesia

Indonesia memiliki sejarah panjang kasus saham gorengan. Kasus Jiwasraya dan Asabri menjadi yang terbesar, dengan kerugian triliunan rupiah akibat penempatan dana pada saham tidak likuid.

Benny Tjokrosaputro terlibat dalam goreng saham yang merugikan asuransi negara. Vonis seumur hidup menunjukkan keparahan praktik ini.

Kasus lain termasuk saham-saham kecil yang sering suspend oleh BEI. Baru-baru ini, isu saham gorengan memicu anjlok IHSG pada Januari 2026.

Kasus-kasus ini mendorong reformasi pengawasan pasar modal.

Dampak Saham Gorengan bagi Investor Ritel

Praktik saham gorengan memberikan dampak negatif luas. Investor ritel sering rugi besar karena membeli di harga puncak.

Likuiditas rendah menyulitkan penjualan saat harga jatuh. Banyak investor kehilangan modal bertahun-tahun.

Secara makro, praktik ini menurunkan kepercayaan investor asing. Pandu Sjahrir menyatakan saham gorengan membuat investor ragu masuk ke Indonesia.

Pasar modal menjadi tidak sehat, menghambat pertumbuhan ekonomi. Kerugian juga memicu keluhan ke Bareskrim dan OJK.

Investor Lapor Bareskrim, Puluhan Saham Gorengan Bikin Rugi …

Langkah OJK dan BEI dalam Memberantas Saham Gorengan

OJK dan BEI mempercepat reformasi untuk memberantas saham gorengan. Pengawasan transaksi unusual ditingkatkan dengan teknologi canggih.

BEI sering lakukan suspensi dan delisting saham bermasalah. Kolaborasi dengan Polri semakin erat untuk penindakan pidana.

Pemerintah mendukung penegakan hukum tanpa kompromi. Edukasi investor juga digencarkan melalui kampanye literasi keuangan.

Langkah ini bertujuan menciptakan pasar modal yang adil dan transparan.

Tips Menghindari Jebakan Saham Gorengan

Investor bisa melindungi diri dengan langkah sederhana:

  • Pelajari fundamental perusahaan sebelum beli saham.
  • Hindari saham dengan volume rendah dan volatilitas ekstrem.
  • Jangan tergiur rumor di media sosial.
  • Diversifikasi portofolio untuk kurangi risiko.
  • Gunakan analisis teknikal dan fundamental secara seimbang.
  • Ikuti informasi resmi dari BEI dan OJK.

Disiplin dan kesabaran menjadi kunci investasi jangka panjang.

Praktik saham gorengan terus mengancam integritas pasar modal Indonesia. Kasus penggeledahan Shinhan Sekuritas terkait PIPA menandai langkah tegas penegakan hukum.

Investor ritel harus lebih waspada dan prioritaskan investasi berbasis fundamental. Dengan pengawasan ketat dari OJK, BEI, dan Polri, pasar saham diharapkan semakin sehat.

Lindungi modal Anda dengan pengetahuan yang baik. Pantau terus perkembangan kasus ini untuk pelajaran berharga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *