Bayangkan kalau tiba-tiba Apple ngeluarin fitur kamera yang bikin semua orang wow, dan Samsung langsung buru-buru mikir ulang strategi mereka. Nah, itulah yang lagi terjadi sekarang di dunia smartphone. Rumor terbaru bilang, Samsung lagi serius mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali fitur aperture variabel di Galaxy S27, gara-gara Apple dikabarkan bakal pakai teknologi serupa di iPhone 18 Pro.
Ya, aperture variabel yang dulu pernah jadi andalan di Galaxy S9 dan S10 itu. Fitur yang sempat hilang bertahun-tahun, kini berpotensi balik lagi. Apa sih yang bikin Samsung sampai “galau” begini? Dan apa artinya buat kita sebagai pengguna? Yuk, kita bahas santai tapi lengkap di artikel ini.
Apa Itu Aperture Variabel dan Kenapa Penting?
Banyak yang mungkin bertanya, aperture variabel itu apa sih? Singkatnya, ini teknologi yang memungkinkan lensa kamera smartphone mengubah ukuran bukaannya secara fisik. Mirip seperti mata manusia yang bisa menyesuaikan pupil saat cahaya terang atau gelap.
Di kamera smartphone, aperture diukur dengan nilai f-stop. Semakin kecil angkanya (misalnya f/1.5), semakin lebar bukaannya, sehingga lebih banyak cahaya masuk. Hasilnya? Foto malam hari atau low light jadi lebih terang dan minim noise.
Sebaliknya, kalau bukaannya lebih kecil (f/2.4), foto di siang hari bolong jadi lebih tajam, dengan depth of field yang lebih baik – background blur-nya lebih natural tanpa over.
Di Galaxy S9 dulu, Samsung pakai dual aperture: otomatis switch antara f/1.5 untuk low light dan f/2.4 untuk kondisi terang. Keren banget waktu itu, bikin kompetitor iri. Tapi sayangnya, fitur ini hilang mulai Galaxy S20 karena alasan teknis dan prioritas lain.
Sekarang, dengan teknologi yang lebih maju, aperture variabel bisa lebih fleksibel lagi – bukan cuma dua pilihan, tapi mungkin lebih banyak level.
Sejarah Aperture Variabel di Samsung: Dari Jaman Keemasan sampai “Pensiun”
Samsung pernah jadi pionir di fitur ini. Galaxy S9 dan S9+ yang rilis 2018 jadi smartphone pertama dengan aperture variabel mekanis. Waktu itu, semua reviewer heboh karena hasil low light-nya jauh lebih baik dibanding kompetitor.
Lanjut ke S10, fitur ini masih ada, tapi mulai S20, Samsung memilih fixed aperture besar (seperti f/1.8) dikombinasikan dengan software processing dan sensor lebih besar.
Kenapa dihilangkan? Katanya karena mekanisme mekanisnya bikin modul kamera lebih tebal dan kompleks, sementara kompetitor seperti Google Pixel lebih fokus ke computational photography. Hasilnya, Samsung ikut tren fixed aperture plus AI super canggih.
Tapi sekarang, situasi berubah. Apple yang selama ini pakai fixed aperture, dikabarkan lagi tes variable aperture untuk iPhone 18 Pro di 2026. Ini bikin Samsung mikir ulang: kalau nggak ikutan, bisa ketinggalan di segmen kamera flagship.
Rumor Apple iPhone 18 Pro: Pemicu Utama “Kegalauan” Samsung
Rumor tentang iPhone 18 Pro lagi panas banget. Leaker kredibel seperti Digital Chat Station bilang Apple lagi uji coba main camera dengan variable aperture. Ditambah telephoto dengan aperture lebih besar untuk zoom yang lebih baik.
Kenapa Apple baru mau pakai sekarang? Mungkin karena teknologi modulnya sudah lebih tipis dan reliable. Variable aperture bakal kasih kontrol lebih ke user – misalnya manual adjust blur background atau performa low light tanpa relay ke software doang.
Kalau ini beneran jadi, iPhone 18 Pro bisa unggul di versatility kamera. Dan Samsung, sebagai rival abadi, nggak mau kalah. Report dari media Korea ETNews bilang Samsung lagi aktif evaluasi untuk balikin fitur ini ke flagship mendatang.
Galaxy S27 Bakal Jadi Pembawa Obor Aperture Variabel?
Menurut leak terbaru, Samsung lagi kembangkan variable aperture untuk Galaxy S27 series, khususnya model Ultra yang rencananya rilis awal 2027.
Beberapa poin menarik dari rumor ini:
- Belum fix 100%, tapi Samsung serius pertimbangkan karena ingin langsung compete dengan iPhone 18 Pro.
- Kemungkinan dipakai di main camera, mungkin dengan range lebih luas dari jaman S9.
- Modulnya diharapkan lebih slim berkat kemajuan teknologi, jadi nggak bikin ponsel tambah tebal.
- Kombinasi dengan sensor 200MP atau lebih baru, plus AI Galaxy AI yang makin pintar.
Galaxy S26 yang sebentar lagi rilis (mungkin akhir Februari 2026) sepertinya masih pakai fixed aperture. Fokusnya lebih ke processing natural dan upgrade sensor kecil. Jadi, S27 lah yang bakal jadi “game changer” kalau rumor ini benar.
Keuntungan Aperture Variabel Buat Pengguna Sehari-hari
Oke, fitur ini keren, tapi apa sih manfaatnya buat kita yang pakai HP buat foto OOTD, makanan, atau liburan?
Ini beberapa kelebihan nyata:
- Low light lebih mantap – Nggak perlu mode night khusus yang lama, langsung terang natural.
- Foto siang hari lebih tajam – Nggak overexposed, detail tetap kelihatan.
- Bokeh lebih natural – Blur background tanpa software yang kadang kelihatan fake.
- Kontrol kreatif lebih – Buat yang suka fotografi, bisa manual atur aperture seperti kamera pro.
Tapi ada juga kekurangannya. Mekanisme fisik bisa bikin modul lebih mahal dan rentan debu kalau nggak dirancang baik. Plus, baterai mungkin sedikit lebih boros karena ada motor kecil buat adjust.
Dibanding fixed aperture modern yang sudah bagus banget berkat AI, variable aperture kasih edge di skenario tertentu – terutama buat yang suka foto tanpa edit banyak.
Persaingan Apple vs Samsung: Siapa yang Bakal Menang di Kamera?
Persaingan ini selalu seru. Apple biasanya unggul di video dan konsistensi warna, sementara Samsung di zoom dan versatility.
Kalau keduanya sama-sama pakai aperture variabel:
- Apple mungkin lebih fokus ke integrasi ekosistem dan simplicity.
- Samsung bisa lebih agresif dengan multi-level aperture plus fitur AI seperti object eraser atau generative edit.
Hasil akhirnya? Kita sebagai konsumen yang untung. Pilihan makin banyak, inovasi makin cepat.
Beberapa prediksi lain untuk kamera Galaxy S27:
- Sensor utama 200MP atau upgrade ke 1-inch type.
- Periscope zoom lebih baik dengan aperture lebih besar.
- Video 8K lebih smooth.
- Integrasi AI yang lebih dalam untuk real-time adjustment.
Kesimpulan: Tunggu Apa Lagi, 2027 Bakal Seru!
Intinya, rumor aperture variabel di Galaxy S27 ini menunjukkan betapa sengitnya persaingan Apple-Samsung. Fitur lama yang pernah jadi keunggulan Samsung, kini berpotensi bangkit lagi gara-gara Apple mau pakai yang serupa.
Buat kamu yang lagi nunggu upgrade dari S24 atau S25 Ultra, mungkin worth skip S26 dan langsung incar S27 kalau kamu prioritasin kamera. Tapi ya, ini masih rumor – kita tunggu konfirmasi resmi aja.
Gimana menurut kamu? Aperture variabel ini perlu balik atau fixed aperture plus AI sudah cukup? Share di kolom komentar ya!